Anak Kecil dengan Selera Makan yang Besar, Apakah Normal? PDF Print E-mail

Dapatkah anak-anak menjadi pecandu makanan atau tergila-gila pada makanan?
Perhatikan faktor kebiasaan makan dari orangtua dan seberapa besar peranan mereka dalam menentukan kebiasaan makan yang sehat dalam keluarga.

Anak perempuan saya gemar makan.

Ia anak berusia tujuh tahun yang ingin membuat "Perkumpulan Makan" karena begitu cintanya pada makanan. Ia memilih beberapa tokoh dalam buku yang memakan makanan kesukaannya, seperti Wilbur,  seekor babi lucu di cerita "Charlotte's Web," Ia berharap dapat makan empat kali sehari, bukan tiga.

Apakah ia terobsesi pada makanan? Mungkin. Tapi ia tidak sendirian : Para orangtua dari berbagai belahan dunia lainnya mengungkapkan hal yang sama tentang anak-anak mereka yang tergila-gila pada makaroni, keju, selai kacang dan roti sandwich, atau hot dog. Pada anakku : pasta.

 


Ini bukan kecanduan makanan. Mereka adalah anak-anak, yang sebagian besar mendapatkan nutrisi yang baik dan mereka menyukainya sehingga ingin lebih banyak lagi. Mungkin hanya pada satu jenis makanan, mungkin berbagai macam -- kacang polong, ikan, buah, dan roti. Terlebih dari itu, para orang tua harus waspada tentang apa yang terjadi pada anak-anak mereka, dan bagaimana pola makan mereka sendiri.

"Tidak ada dua anak yang sama. Metabolisme dan bentuk tubuh mereka berbeda, juga lingkungan mereka," jelas Emma Fogt, seorang ahli nutrisi yang berkonsentrasi pada pola makan anak-anak, remaja dan keluarga di Ardmore, PA. ,"Dan beberapa anak memiliki lebih besar selera makan dibandingkan yang lain," jelasnya lagi.

Apakah anak lapar terlahir demikian? Terprogram sendirinya untuk makan banyak? Belum ada tim penilai yang memutuskan, namun para orangtua dapat membantu mengatur selera makan anak-anak untuk mencegah mereka kelebihan berat badan. Pada tahun 1999, 13% anak-anak berusia 6-11 tahun di Amerika mengalami obesitas dan masalah berat badan yang serius.

Beberapa penelitian telah dilakukan terhadap bayi dan selera makan mereka. Hasil penelitian menjelaskan bahwa para batita menunjukan bahwa mereka dapat mengatur sendiri selera makan mereka, jelas Jennifer Fisher, asisten seorang Profesor Dokter Anak di Children's Nutrition Research Center / Pusat Penelitian Nutrisi di Baylor College of Medicine di Houston Amerika. Fisher dan bebrapa peneliti nutrisi lainnya mencari faktor penentu kebiasaan makan anak-anak dan seberapa besar porsi faktor tersebut pada selera makan mereka.

Fisher mengatakan, anak-anak kecil amat tergantung pada rasa lapar dan isyarat rasa kenyang mereka, dan mereka dapat mengungkapkan dengan jelas waktu tersebut. Seringkali terlihat bahwa anak adalah pemilih makanan, namun setelah satu hari, anak yang sama tampak merasa cukup mendapatkan makanan yang tepat untuk menunjang kebutuhan tubuh mereka. "Seorang anak bisa saja melompat-lompat saat waktu makan atau memilih beberapa makanan, tapi bila diperhatikan lebih lanjut, setelah hari tersebut berlalu, mereka akan berhenti makan dengan sendirinya, karena telah merasa cukup." ungkap Fisher.

Masalah muncul saat faktor lingkungan : keluarga, sekolah, tempat penitipan anak, menanamkan gambaran seiring mereka tumbuh : anak-anak belajar tentang makanan dari orangtua mereka.

"Anak-anak terpaku pada apa yang mereka lihat. Mereka belajar beberapa hal dengan mengamati bagaimana anggota keluarga lain makan dan apa yang mereka makan," jelas Fisher," Beberap orang mempelajari mengapa anak-anak makan dan apa yang mereka makan. Mereka tau apa yang mereka masukkan ke dalam mulut mereka, tetapi tidak tahu mengapa."

Kebanyakan apa yang mereka makan adalah makanan tinggi lemak, dan mengandung gula berlebih. Ayah dan Ibu sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga lebih mudah memberikan biskuit coklat daripada mengupas dan memotong apel. "Kita harus memperhatikan kualitas nutrisi anak-anak kita," imbau Fogt, seorang ahli nutrisi dan diet,"Anak-anak memerlukan lebih banyak serat, buah dan sayur. Itu adalah cara menjaga mereka tetap sehat."

Fogt menekankan bahwa tanggung jawab orangtua adalah menyediakan makanan bergizi dan memutuskan kapan dan di mana anak-anak mereka makan, apakah itu di dalam mobil, di depat televisi atau di dapur. Tanggungjawab anak adalah menghabiskan makanan yang diberikan.

"Tapi hal itu sering kali menjadi pertarungan tersendiri, saat seorang anak berusia tiga thaun meminta keripik kentang sebelum ia makan ayam yang disediakan," kata Fogt. Untuk menghindari pertarungan dan membuat keluarga bahagia, ia merekomendasikan para orangtua untuk menyediakan beberapa pilihan makanan sehat, jenis makanan baru, termasuk satu jenis makanan kesukaan anak. Ia menambahkan:


* Orangtua seharusnya tidak memasak makanan cepat saji.
* Orangtua adalah contoh. Saat kita minum soda diet atau makan sambil membaca majalah, apa pesan yang kita sampaikan pada anak-anak?
* Akan lebih baik jika orangtua memuji anak-anak saat mereka memilih makanan sehat / bergizi atau saat mencoba makanan baru, tapi jangan memuji mereka karena menandaskan semua makanan di atas piring.

"Anda memiliki kesempatan memberikan makanan yang lebih baik pada anak Anda dan mempermudah membantunya," kata Fogt. "Beberapa anak tidak memiliki kontrol atas selera dan nafsu makan mereka, beberapa makan dengan rakus dan berkata tidak ada alasan untuk berhenti."


Asosiasi Diet Amerika juga menawarkan beberapa tips untuk menolong anak mempertahankan berat badan ideal mereka. "Anak-anak membutuhkan dukungan, arahan dan terlebih lagi adalah pengertian bahwa memilih makanan yang sehat dan berolahraga adalah penting, sekarang dan nanti.
Orangtua harus :

* Memberikan pilihan makanan yang mengikuti aturan Panduan Piramida Makanan dengan tujuan menyeimbangkan dan menghindari kebosanan.
* Berikan contoh dengan cara makan bersama anak-anak dan tentu saja memilih makanan yang sehat.
* Jangan membuat makanan sebagai hadiah atau hukuman.
* Biarkan anak-anak memutuskan kapan mereka kenyang.
* Bantu anak-anak bertanggungjawab atas makanan yang telah mereka pilih.
* Berikan dorongan terhadap anak untuk berolahraga atau melakukan kegiatan fisik lainnya.

Sanna James Delmonico, seorang ahli gizi dan diet di Napa, California juga seorang editor Tiny Tummies newsletter (www.tinytummies.com) mengatakan bahwa gerak badan itu penting, dan tidak harus dalam bentuk olahraga formal seperti permainan bola basket atau sepak bola, (walaupun olahraga tersebut menyenangkan) tetapi kegiatan seperti senam, bela diri atau kegiatan bermain di tempat berlumpur, bermain lompat tali, atau bersepatu roda di garasi, lempar bantal di kamar juga mengasyikan. Sanna juga mengatakan bahwa kegiatan bersama keluarga juga penting seperti : mengnedarai sepeda bersama, berkebun, bahkan juga membersihkan rumah.

 

Oleh: Martha Mueller Neff

(sumber : health.kaboose.com, disadur oleh Monita Gunawan)

 

 

Seputar Kesehatan

Cacar Penyakit Cacar (Herpes) Penyakit Cacar atau yang disebut sebagai 'Herpes' oleh kalangan medis adala...

Artikel Terakhir

Bulletin

Silahkan download bulletin bulanan dari PT Balatif.
Download

Archive